Ikrar Pelajar : Meneguhkan Kembali Identitas Sebagai Seorang Pembelajar
FENOMENA yang tiap hari kita lihat semakin miris bagaimana sebagian pelajar kita berperilaku seperti orang yang tidak terpelajar. Sudah seharusnya sebagai seorang murid tugas utama yang dilakukan adalah belajar untuk masa depan yang lebih baik. Bukan belajar sekadarnya yang tidak memberikan perubahan diri baik dalam ilmu pengetahuan yang diperoleh maupun nilai sikap. Hampir disetiap media sosial maupun televisi kita melihat para pelajar menghiasi laman berita kriminalitas. Pemerintah perlu menekankan kembali tentang identitas seorang pelajar. Dengan diterbitkannya SE Kemendikdasmen No. 4 Tahun 2026 menjadi sebuah solusi yang tepat untuk menegaskan kembali tugas dan kewajiban seorang pelajar di Indonesia. Lima fondasi yang disebut Ikrar Pelajar terdiri dari 1)belajar dengan baik;2)menghormati orang tua;3)menghormati guru;4)rukun sama teman;5)mencintai tanah air Indonesia.
Ikrar itu memang terlihat sederhana dalam sisi teoritis, tetapi sebenarnya dibalik teks tersebut menyimpan kandungan makna yang dalam. Hilangnya minat pelajar untuk terus belajar sepanjang hayat kini digantikan dengan aktif di media sosial yang ibarat dua mata pisau apabila dipegang oleh murid kita. Persentase penggunaan gawai di negara kita sudah berlebihan antara 9 - 10 jam sehari pelajar kita berinteraksi dengan gawai mereka. Kemudian kesadaran untuk menghormati orang tua dan guru yang semakin terkikis dengan budaya permisif yang instan. Seolah tak ada lagi penghormatan untuk orang tua dan guru. Belum lagi kriminalitas yang dilakukan para pelajar terhadap orang tua dan guru mereka di sekolah. Butuh waktu panjang untuk kembali menyadarkan mereka ke jalur yang benar sebagaimana murid- murid zaman dahulu. Internalisasi yang kuat dan teladan yang benar dari orang tua dan guru menjadi sesuatu yang mutlak dibutuhkan. Yang ke-empat rukun sama teman, di kota besar hampir setiap hari kita melihat tawuran antar pelajar terjadi di sekitar kita. Bukankah sesuatu yang miris, pelajar yang harusnya belajar. Mereka malah beradu fisik dan senjata tajam di jalanan. Dan ikrar yang terakhir adalah mencintai tanah air Indonesia. Rasa nasionalisme yang perlu terus dibangun dan dikuatkan dalam menghadapi ancaman global dan internal yang kapan saja bisa muncul. Walhasil, semoga dengan Ikrar Pelajar ini semakin menguatkan dan menegaskan kembali para pelajar (murid) tentang identitas mereka. Penulis: yusuf ff

Komentar
Posting Komentar