Berita

Nalar

Dalam dunia yang tak lagi bersekat -sekat seperti saat ini dan dengan laju percepatan perkembangan yang tanpa ampun(unforgiving), perspektif nostalgis dan defensif yang serba paranoid seperti diatas itu, terlalu simplistik, tidak memadai bahkan mungkin "delusif". Yang sebenarnya diperlukan barangkali adalah perspektif "mundur untuk kedepan" (back to the future), yakni: sikap eksploratif saat menghadapi kekayaan tradisi dari masa lalu, sekaligus terbuka, kolaboratif, bertualang dan kreatif ketika berhadapan dengan peluang masa depan. Untuk itu yang diperlukan adalah perubahan paradigmatik dalam memandang keadaban; dan ini adalah masalah pendidikan, terutama bila yang kita pertaruhkan adalah generasi masa depan.

Kembali ke berita

Nalar

Dalam dunia yang tak lagi bersekat -sekat seperti saat ini dan dengan laju percepatan perkembangan yang tanpa ampun(unforgiving), perspektif nostalgis dan defensif yang serba paranoid seperti diatas itu, terlalu simplistik, tidak memadai bahkan mungkin "delusif". Yang sebenarnya diperlukan barangkali adalah perspektif "mundur untuk kedepan" (back to the future), yakni: sikap eksploratif saat menghadapi kekayaan tradisi dari masa lalu, sekaligus terbuka, kolaboratif, bertualang dan kreatif ketika berhadapan dengan peluang masa depan. Untuk itu yang diperlukan adalah perubahan paradigmatik dalam memandang keadaban; dan ini adalah masalah pendidikan, terutama bila yang kita pertaruhkan adalah generasi masa depan. Perubahan paradigmatik adalah persoalan mendasar yang menuntut "penalaran tinggi" sekaligus kepekaan atas masalah konkret di tataran "penalaran rendah". Revolusi industri sekaligus secara umum kemajuan sains dan teknologi hari ini tak dapat dilepaskan dari buah keberhasilan gerakan pelibatan masyarakat dalam proses bernalar, yang dikenal sebagai age of reason atau pencerahan. Ini keberanian manusia meremukkan pasung mental yang diciptakan sendiri: bahwa dirinya ingusan sehingga tak layak berpikir mandiri (Kant,1784). Dalam hal penebaran kebebasan, sistem pendidikan memiliki peran paling strategis di masyarakat. Untuk itu, sistem pendidikan yang sudah berabad - abad terbiasa turut menebarkan kepatuhan sekaligus mengamini perasaan ketakberdayaan perlu berganti haluan nilai. Yang sebelumnya mengedepankan nilai mematuhi pihak yang ditinggikan berganti menjadi berani mengutamakan penalaran sendiri. Sayangnya, kemajuan dibidang pendidikan hari ini belum selaju percetakan dan ensiklopedia. Praktik pendidikan di dunia hari ini hampir masih sama seperti zaman pencerahan. Kemajuan pesat sains dan teknologi ternyata belum membuahkan kesepakatan bahwa kemerdekaan bernalar mandiri adalah sasaran utama sistem pendidikan. Kecakapan bernalar juga belum dibelajarkan di kelas secara sistematis. Karena itu, institusi pendidikan perlu menggaungkan terus pembelajaran bernalar. Masyarakat yang mandiri bernalar menjadi prasyarat pemijahan bibit toleransi sejati dalam bernegara, bermasyarakat, dan berkeyakinan di generasi mendatang. Penulis : Iwan Pranoto,Ph.D editor : yusuf ff

Rujukan resmi

Kanal pendidikan yang dapat dijadikan acuan

Lihat semua